Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Bisnis Pasti Untung

Alhamdulillah...ketemu lagi sama Ramadhan yang sekarang sudah memasuki hari ke 10...terima kasih ya Allah engkau telah berkenan mempertemukan aku dengan bisnis yang sangat menguntungkan ini. Bisnis...??ya...Bisnis...dan ini bukan sembarang bisnis....tidak seperti kebanyakan bisnis yang mempunyai hukum ekonomi dimana orang yang berbisnis akan dihadapkan 2 kemungkinan....sukses/mendapat profit..atau Gagal/uang melayang/rugi.

Bisnis yang ini ga ada kata rugi...pasti untung nya dan bahkan bisa puluhan hingga ratusan kali lipat profitnya...Allah gitu loh...
Tidak dipungkiri lagi kalau di Bulan Ramadhan ini, Allah lagi membuka pintu keran maghfirah yang membuat kita berlomba-lomba untuk mendapatkannya.


Begitu juga aku...walaupun tidak seperti jaman ku waktu kecil, kali ini dengan semangat
yang menggebu...karena sambil mencoba khatam Al-Quran dalam satu bulan...biar tabungan akhirat semakin banyak...buat mengurangi dosa-dosa ku masa lalu yang pastinya menumpuk banyak.

Sambil mencoba khatam Al-Quran dalam bulan suci in, aku pun tetap melanjutkan perjuangan bagi-bagi Bonus di Bisnis ku yang lain (PTC). Mudahan spirit Ramadhan kali ini bisa ku manfaat kan untuk memperoleh profit sebagai bekal untuk di Dunia dan Akhirat

eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang Lima target Ibadah Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan yang lain. Keagungan dan keberkahannya tidak semata karena didalamnya kita diwajibkan berpuasa namun juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan aktifitas positif yang lainnya. Bulan Ramadhan juga disebut sebagai bulan tarbiyah, bulan pendidikan, bulan training dan pelatihan umat Islam. Siapapun yang memahami kebesaran Ramadhan pasti akan berjuang untuk meraih nilai-nilai positif darinya. Setidak-tidaknya ada 5 hal yang harus ditargetkan untuk diraih selama bulan Ramadhan, yaitu:


1. Derajat Taqwa (muttaqin)

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai-mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” QS 2:183

Semua ibadah dalam Islam tidak semata bernilai ritual namun juga diproyeksikan untuk mendidik manusia agar menjadi orang yang bertakwa yaitu pribadi yang menjadi semulia-mulia mahluk.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu” QS 49:13

Taqwa sering diartikan sebagai kesiapan menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Oleh karena itu orang baru bisa disebut bertaqwa apabila sudah memiliki sikap positif atas kehadiran al-qur’an sebagai firman Allah. “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS 2:2).
Oleh karena itu bulan Ramadhan bisa disebut bulan pengingat kembali tentang fungsi Al-Qur’an yang sering dilupakan oleh manusia termasuk oleh kaum muslim yang meyakininya. “bulan Ramadhan, bulan yang didalam-nya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” QS 2:185
Atau dalam bahasa lain, orang yang bertaqwa adalah orang yang dalam beragama sudah tidak sekedar mengikuti tradisi tetapi sudah mulai ikhlas menerima ajaran Al-Qur’an dan sunnah Rasul, beragama karena pemahaman bukan karena kebiasaan, yang menjadi standard adalah aturan bukan keumuman. Dengan demikian, orang yang bertaqwa dalam hal tertentu harus siap disebut orang tidak umum/aneh, meskipun dalam pandangan orang-orang yang mengaku muslim.

2. itqun minan naar (terbebas dari api neraka)

Di antara bacaan yang dianjurkan pada bulan Ramadhan adalah asalukal jannah wa a’udzubika minan naar, artinya, saya memohon kepadaMu surga dan berlindung kepadaMu dari api neraka. Apabila kita jujur kemudian kita tegakkan akuntansi pahala dan dosa maka hasilnya selama 11 bulan di luar Ramadhan mulai dari Syawal hingga Sya’ban nampaknya dosa kita lebih banyak dari pada pahala kita. Secara teoritis nampaknya neraka lebih berhak menerima kita ketimbang surga.
Bila kita merasa tidak pantas menjadi ahli surga dan tidak kuat menerima siksa neraka maka satu-satunya cara yang layak kita lakukan adalah memohon ampun atas dosa-dosa kita. Sebagaimana kita ketahui bulan Ramadhan adalah bulan maghfirah (bulan pemutihan dosa). Oleh karena itu aktifitas istighfar dan taubat harus kita tingkatkan. Paling tidak kita perbanyak membaca Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwaa fa’fu’anni, (ya Allah sesungguh-nya Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memaafkan, maka ampunilah aku). Syukur-syukur apabila kita banyak membaca sayyidul istighfar, insya Allah kita akan mendapatkan ampunan sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, “Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu” (HR Bukhori)

3. Lailatul Qodr (malam kemuliaaan)

Lailatul Qodr adalah suatu malam yang nilainya lebih baik dari pada 1000 bulan (83 tahun 4 bulan/ 30.000 hari), hal ini menunjukkan betapa maha pemurahnya Allah.Disaat waktu-waktu kita hampir dihabiskan hanya sekedar untuk mengejar target-target duniawi (bayaran), Allah masih memberikan kesempatan emas atau momentum agar kita masih menyisakan waktu untuk memikirkan akhirat (ganjaran). Ketika Allah memberikan 365 hari dalam satu tahun, masak iya semua kita habiskan untuk menumpuk materi yang apabila lebih dari yang kita butuhkan pasti akan kita tinggalkan, kenapa tidak kita sisakan 5 hari saja di malam-malam ganjil akhir Ramadhan untuk berkonsentrasi membidik lailatul Qodr, dimana setiap kebaikan akan diberi pahala lebih dari 30.000 kali lipat. Dengan demikian kekurangan pahala kita di luar Ramadhan bisa tertutupi dengan hasil i’tikaf kita di akhir Ramadhan, sehingga kita layak berharap menjadi ahli Surga Inya Allah.

4. ‘Idul fitri (kembali menjadi manusia yang manusiawi)

Meskipun manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia dan paling sempurna tetapi sisi lemahnya sering menyeret manusia sekedar menjadi binatang yang punya kelebihan sehingga banyak manusia yang lebih jahat dan lebih hina dibanding binatang. Di luar bulan Ramadhan umumnya manusia lebih mementingkan dimensi kebinatangannya (urusan perut dan sedikit di bawah perutnya) ketimbang mementingkan dimensi kemanusiaannya (hati dan otaknya). Oleh karena itu di bulan Ramadhan ini Allah melatih agar kita puasa (menahan) dorongan perut dan sedikit di bawah perut (makan, minum dan aktivitas seksual) agar kita punya kesempatan melejitkan (mengoptimalkan) hati dan otak kita (imtaq dan iptek), agar kita bisa menjadi mahluk yang mampu berdiri tegak (pithecantropus erectus) yaitu ketika kita mampu menempatkan syahwat berada di bawah dan hati nurabi berada di atas. Syahwat kita fungsikan untuk mendukung hati nurani sedangkan hati nurani kita fungsikan untuk memimpin dan mengendalikan syahwat.

5. Syawwal (peningkatan kualitas diri)

Hidup adalah proses kearah yang lebih baik dan lebih positif (kuantitatif dan kualitatif). Setelah kita dilatih selama satu bulan mestinya ada hasil yang kita capai, yaitu adanya perubahan (hijrah) dari berorientasi pada kuantitas (pertumbuhan fisik) menuju pada kualitas hidup (perkembangan jiwa). Sebagai analogi adanya proses metamorfosis, bulan sya’ban adalah fase ulat, bulan Ramadhan fase kepompong dan Syawwal fase kupu-kupu. Bila ulat yang rakus, gatal, menjijikkan dan merusak, setelah berkepompong mampu merubah dirinya menjadi kupu-kupu yang indah, lincah dan bermanfaat. Masak iya kita manusia kalah dengan ulat, setelah berkepompong (berpuasa satu bulan) malah menjadi seperti ulat yang lebih rakus daripada sebelum berkepompong. Di masyarakat ada budaya yang begitu puasanya tamat maksiatnya kumat, begitu datang lebaran segala kegiatan positifnya menjadi bubar, begitu setan dilepas perilakunya seperti kesetanan. Coba aja disuruh memilih untuk pergi ke Masjid dengar ceramah disaat bersamaan ada Dewi persik manggung tak jauh dari Mesjid, apa yang temen-temen pilih?. Pastinya milih ke masjid kan..? (untuk ditinggalkan..he..he) naudzubillah!! Jangan sampe dah.
Jadi agar Ramadhan kita tidak sia-sia perlu kita selalu ingat sabda Rasulullah SAW, “telah datang kepadamu Ramadhan bulan yang penuh berkah, Allah menaungimu, Dia turunkan rahmat kasih sayang, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, Dia kabulkan do’a-do’a di dalamnya. Dia memperhatikan kamu berlomba-lomba dalam kebaikan di dalamnya dan Dia membanggakan kamu di hadapan para malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah kebajikan dirimu karena orang yang celaka adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah azza wa jalla” (HR Thobroni)

(tulisan ini aku gunakan dengan sistem ATM Amati Tiru Modifikasi dari Ceramah menjelang shalat tarawih hari ke-10 di Masjid Fathul Khior komplek perumahan Bukit Sekatup Damai Bontang sebagai refleksi 10 hari pertama bulan Ramadhan, semoga menjadi pengingat bagi ku dan bagi teman-teman blogger semua..Amiin)

eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang mengingat Allah

Satu hari setelah memperingati hari Kemerdekaan Republik ini, aku mencoba untuk melakukan renovasi List Link yang sudah banyak makan tempat di halama utama blog eMeRZet ini. Agak menyita waktu sebenarnya, tapi demi memudahkan aku untuk selalu berkunjung ke blog teman-teman ya harus dioptimalkan nih tampilan Link-nya.

Ketika lagi sibuk utak-atik elemen di blog ini aku dikejutkan oleh bunyi lagu Glory Man United di ruang sebelah. Bunyi itu berasal dari nada dering dari salah satu mars fans klub Manchester United di handphone Sony Ericsson W880i milik ku.
Ternyata kakak ku di Jakarta yang nelpon. Wah ada apa ya kok nelpon siang-siang (karena memang waktu itu menunjukkan jam 11 siang)


“Gus, emak ama bapak di telpon ama pihak penyelenggara Haji..katanya ada calon jemaah haji yang mengundurkan diri dan emak ama bapak diberi kesempatan untuk naik Haji periode ini,”kakakku menjelaskan dari sana.
Wah kupikir ada apa, “oke mantap..” jawab ku. “tapi harus melunasi sisa ongkos naik haji nya yang ditunggu jam 2 siang waktu Jakarta,” lanjut kakakku lagi.

Lho..secepat itu..??berapa yang harus dibayar untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji tahun ini?. Kalau temen-teman sempat membaca postingan ku terdahulu, ONH yang ku setor adalah sebatas untuk memperoleh nomor antrian keberangkatan yaitu masing-masing sebesar 20 juta rupiah. Kakak ku menjelaskan bahwa sisa biaya nya adalah 41 juta rupiah dan kalau sudah tersedia dapat di transfer ke rekening tabungan haji emak dan bapak.

Uang simpanan ku sebagian besar tersimpan sebagai instrumen Deposito dan dana cadangan terakhir ku adalah mobil kijang kapsul diesel milikku (instrumen yang bisa dijual kapan saja) yang telah mengantarkan kami sekeluarga pulang pergi Bontang – Samarinda dan terutama mengantarkan aku Action ke 3 kota di kalimantan.

Jadi jika untuk menyediakan dana 41 juta rupiah dalam 3 jam..wah jadi bingung nih.
Sempat terlintas untuk menolak tawaran dari pihak penyelenggara haji dan memilih menunggu hingga jatah/antrian keberangkatan emak ama bapak sampai saja, tapi kupikir lagi kesempatan ini jarang terjadi (kalau aku dan istri di Bontang Kalimantan timur mendapat jatah antrian keberangkatan Haji di tahun 2014 nanti).

Karena aku masih menunggu kedatangan anakku dari sekolah dan juga simpanan Deposito menggunakan nam istriku, jadi segera ku infokan mengenai hal ini kepadanya.
Kok ya kebetulan bahwa jatuh tempo deposito istruku adalah tanggal 17. Karena tanggal 17 adalah bertepatan dengan hari libur nasional maka deposito nya dapat dicairkan tanggal 18.

Untuk memastikan hal tersebut aku menghubungi pihak bank tempat kami menyimpan deposito dan mendapatkan informasi bahwa hari ini hanya dapat dilakukan pemindah bukuan saja. Sedangkan untuk kesiapan dana hasil deposito dapat diambil pada sore keesokan harinya..tanggal 19 Agustus.

Masalah lagi nih..sisa uang di buku tabungan Mandiri yang siap diambil adalah sebesar 12 juta rupiah saja, jadi aku masih harus memerlukan 29 juta rupiah lagi.
Selama 1 jam kami mencari pinjaman ke teman-teman ku, beberapa kali kakak ku menelpon untuk mengkonfirmasi tentang ketersedian uang tersebut. Wah jadi pusing nih.

Alhamdulillah aku mempunyai teman-teman yang bersedia meminjamkan uang nya selama satu hari. Disini istriku mengumpulkan uang hasil pinjaman dari temen-temen kantor untuk di transfer ke rekening tabungan Mandiri-ku dan kemudian menuju Bank tempat penyimpanan deposito kami (setelah memperolah ijin meninggalkan pekerjaan dari Bos-nya).

Sedangkan aku yang kebetulan kebagian jatah masuk sore (jam kerja 15.00 hingga 23.00 malam) langsung meluncur jam 13.50 menuju Bank Mandiri yang letaknya berdekatan dengan tempat kerja ku. Semua dokumen untuk kepentingan pencairan deposito telah aku persiapkan.

Sambil meluncur mengendarai motor aku sesekali memperhatikan setiap kendaraan yang melintas. Dan benar saja aku dan istri ku berpapasan persis dekat dengan tempat kerja kami.Aku serah kan semua dokumen yang diperlukan untuk pencairan dana deposito kepada istriku dan kemudian kami berpisah untuk melakukan tugas masing-masing.

Alhamdulillah..semuanya dapat berjalan lancar..dari meminjam uang teman-teman kantor, transfer antar rekening, menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk pencairan deposito, meninggalkan anak kedua ku dengan aman sendirian di rumah hingga akhirnya dana yang telah terkumpul dapat di transfer ke rekening tabungan haji emak dan bapak di jakarta. Semua tak lepas dari pertolongan Allah SWT.

Tapi apa yang ku berikan..?? aku ternyata belum menunaikan shalat Dzuhur..(waktu sudah menunjukkan jam 14.25). Ya Allah..engkau tetap memberikan kelancaran, keselamatan dan kemudahan kepada hambamu yang telah lalai akan panggilan-Mu.

Di mesjid yang telah sepi dekat tempat kerja ku, aku menunaikan shalat Dzuhur dan kemudian berdoa..Ampuni aku ya Allah..Ampuni semua keluarga ku ya Allah.Terima kasih akan nikmat dan karunia yang telah engkau berikan kepada kami semua.
Jadikan kami hamba-Mu yang selalu mengingat akan diri-Mu ya Allah.

eMeRZet bilang begini nih »»

Pergi Haji Jika Mampu

Pernah baca buku Pintar Haji & Umrah karangan H.M Iwan Gayo..?? ternyata aku punya buku itu loh. Aku beli tuh buku kalo ga salah nitip ama teman ku di Samarinda tertanggal 13 September 2002, berarti udah 5 tahun lebih aku simpan di perpustakaan keluarga.

Hasilnya bagaimana..??..yaa, jangan tanya hasilnya dulu deh..soalnya sampai sekarang aku belum diijinkan oleh Allah SWT untuk pergi ke sana..Insya Allah pas waktunya tiba aku dan istriku bisa menunaikan Rukun Islam yang kelima tersebut.


Seperti dikutip oleh penulis buku tersebut seperti ini..

“Di Baitullah terdapat bukti-bukti sejarah yang meyakinkan, diantaranya tempat peribadatan Ibrahim, dan barang siapa yang masuk kesana, ia aman.Adalah menjadi hak-Nya Allah, namun kewajiban manusia untuk menunaikan ibadah haji bagi orang yang MAMPU mengadakan perjalanan kesana. Barang siapa yang ingkar, maka Allah benar benar Maha kaya, tidak memerlukan apa-apa dari Alam semesta”

Dengan berbekal Landasan tersebut Alhamdulillah dan juga berkat Hidayah serta Rezeki yang tak henti-henti nya diberikan Allah SWT kepada kami, akhirnya DP untuk naik haji entah untuk keberangkatan tahun berapa sudah kami penuhi.

Masing-masing 20 juta untuk Bapak dan Ibu di Jakarta, juga untuk kami berdua di Bontang…tinggal sekarang berusaha dan berdoa semoga sisa pembayaran nya bisa kami lengkapi sampai saatnya kami benar-benar siap lahir bathin untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima itu…Amiin

Ya Allah..ijinkanlah hamba mu mendapatkan mimpi ini...Insya Allah dengan rezeki mu kami diberi kesempatan untuk menjadikannya 'kenyataan'.

eMeRZet bilang begini nih »»
 
www.e-referrer.com