eMeRZet bilang tentang Alone

Sesungguhnya kita dilahirkan ke bumi adalah sendirian…bersosialisasi adalah salah satu keistimewaan dari setiap manusia. Tapi memang kadang kita merasa perlu untuk menyendiri, terlebih aku yang orang rumahan secara suka nge-game PES 06 di PS atau PC..he..he..he..


Nah..sejak tanggal 25 April 2009 hampir dari dua bulan yang lalu, si Imah yang biasa membantu kami di Rumah selama satu tahun terakhir ini udah pulang ke kampung nya di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Jadinya terpaksa deh semua dilakukan sendiri dari yang nyuapin Zaki anak kedua kami, nyuci-nyetrika sampai jemput anak di Sekolah.

Tapi bisa karena biasa..ga bisa karena biasa ga melakukannya…iya kan..??walaupun sejak Zaidan anak pertama kami lahir tahun 2001 biasanya selalu ada orang yang membantu kami, tapi aku toh tetap selalu membayangkan kalo kami itu tidak punya pembantu. Karena ya itu tadi..buat persiapan aja kalo-kalo yang membantu kita ga betah atau ada keperluan mendadak sehingga harus pulang kampung.

Dulu waktu aku dan istri bekerja secara shift, kepada perusahaan kami meminta agar shift kerja kami dibedakan. Jadi kalo istri aku masuk sore maka aku masuk kerja shift malam begitu pun sebaliknya. Karena shift sore itu jam kerja nya adalah jam 3 sore sampai jam 11 malam sedangkan shift malam jam kerja nya adalah jam 11 malam sampai jam 7 pagi, maka interval 45 menit antara jam 10.30 malam s/d 11.15 malam kami meminta bantuan teman yang masih bujangan untuk bersedia menjaga bayi kami pada 45 menit tersebut.

Biasanya teman yang menjaga bayi kami itu ke rumah sambil bermain playstation selama kami belum tiba dari pabrik. Karena temen ku itu termasuk hobi main PS jadi dia sih oke-oke saja..dimintain tolong untuk jagain sebentar bayi kami, tapi memang anak pertama kami itu termasuk ga rewel dan setiap kami minta tolong untuk dijagain si Zaidan selalu sudah tidur.(thanks buat teman kami Indrawan atas bantuannya selama ini).

Strategi kami menghadapi keadaan seperti itu adalah salah satu dari kami mengajukan cuti selama belum ada orang yang membantu kami di rumah. Dan yang sering melakukannya adalah istriku.

Dampaknya memang terasa sih..terlebih kepada anak-anakku terutama Zacky yang masih disuapin kalo lagi maem. Sekarang karena sudah tidak ada orang lagi yang membantu di rumah maka secara bertahap kami coba mengajari anak-anak untuk mandiri.Misalnya mengerjakan sesuatunya sendiri seperti mandi, maem, membersihkan dan menyiapkan tempat tidur mereka sendiri.

Yang lainnya adalah ternyata rumah kami menjadi lebih bersih sejak saat itu, bukan karena si Imah tidak pernah bersih2 melainkan karena kami jadi lebih concern terhadap setiap keadaan rumah kami jadi sekotor apapun langsung kami bersihkan lebih setail lagi.

Life must go on...


eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang COMA Guns N Roses

..jangan pernah mengucapkan hal-hal yang tidak baik atau menceritakan kekurangan seseorang..karena hal yang kita ucapkan kadang terjadi terhadap diri kita, ini pernah terjadi pada diriku..pada awal tahun 90-an aku lebih menyukai lagu-lagu Indonesia dan sangat anti pada lagu Barat. Mungkin karena waktu itu aku adalah seorang kapiten...eh...seorang penggalang yang sangat idealis tentang nasionalisme..he..he..


Maka ketika kakak sepupu ku memperkenalkan dan memperdengarkan lagu-lagu dari Guns n Roses, Metallica dan Bon Jovi aku antipati terhadap nya. Ah..berisik..ga jelas alirannya..de el el..ga bakalan tertarik deh pikir ku, tapi kebanggaan terhadap musik Indonesia perlahan-lahan mulai berkurang ketika pada suatu saat temen sebangku di sekolah menanyakan tentang lagu Guns N Roses yang lagi ngetop saat itu (estranged)

Waktu itu aku memang pernah mendengar lagu itu ketika teman kakak sepupu ku lagi memutar kasetnya...gimana ga denger karena dari setting volume tape deck 0 sampai 20 diputar hingga 18...karena tahun 90 an rumahnya temen kakak sepupu ku itu masih banyak kebun kosong jadi ya ga terlalu kedengaran.

Anyway..ketika aku jawab pertanyaan temen sebangku ku bahwa aku juga tahu lagu itu (padahal cuma sok tahu aja) bahkan sampai nada n liriknya (walaupun ngasal sih pengucapannya)semua temen-temen terkesima bin kagum pada ku.
Jadi gede rasa nih..biasalah kalau seorang remaja yang merasa dirinya bisa dan semua teman-temennya manaruh respek terhadapnya maka remaja itu akan merasa bangga. Dan untuk mempertahankan respek dari teme-temennya itu maka akan melakukan sesuatu yang diluar keinginannya.

Deeerr..law of attraction terjadi..kayak disambar petir aja..aku langsung berubah 180 derajat, dari yang anti lagu n music barat sekarang jadi kelimpungan cari info n mempelajari tentang berbagai aliran music barat yang lagi digandrungi oleh temen-temen ku.

Kelihatannya jadi terpaksa ya..dan tidak sesuai hati nurani..tapi pengakuan seseorang terhadap eksistensi kita di suatu komunitas ternyata dapat menjadikan kita menepis segala idealisme..

Ok..ini ada satu lirik lagu dari Guns N Roses yang menjadi favorit ku..judulnya COMA

Hey you caught me in a coma
And I don't think I wanna
Ever come back to this...world again
Kinda like it in a coma
'Cause no one's ever gonna
Oh, make me come back to this...world again
Now I feel as if I'm floating away
I can't feel all the pressure
And I like it this way
But my body's callin'
My body's callin'
Won't ya come back to this...world again
Suspended deep in a sea of black
I've got the light at the end
I've got the bones on the mast
Well I've gone sailin', I've gone sailin'
I could leave so easily
While friends are calling back to me
I said they're
They're leaving it all up to me
When all I needed was clarity
And someone to tell me
What the fuck is going on
Goddamn it!


Slippin' farther an farther away
It's a miracle how long we can stay
In a world our minds created
In a world that's full of shit


Help me
Help me
Help me
Help me
Bastard


Please understand me
I'm climbin' through the wreckage
Of all my twisted dreams
But this cheap investigation just can't
stifle all my screams
And I'm waitin' at the crossroads
Waiting for you
Waiting for you
Where are you


No one's gonna bother me anymore
No one's gonna mess with my head no more
I can't understand what all the fightin's for
But it's so nice here down off the shore
I wish you could see this
'Cause there's nothing to see
It's peaceful here and it's fine with me
Not like the world where I used to live
I never really wanted to live


Zap him again
Zap the son of a bitch again


Ya live your life like it's a coma
So won't you tell me why we'd wanna
With all the reasons you give it's
It's kinda hard to believe
But who am I to tell you that I've seen
any reason why you should stay
Maybe we'd be better off without you anyway


You got a one way ticket
On your last chance ride
Gotta one way ticket
To your suicide
Gotta one way ticket
An there's no way out alive
An all this crass communication
That has left you in the cold
Isn't much for consolation
When you feel so weak and old
But is home is where the heart is
Then there's stories to be told
No you don't need a doctor
No one else can heal your soul


Got your mind in submission
Got your life on the line
But nobody pulled the trigger
They just stepped aside
They be down by the water
While you watch 'em waving goodbye
They be callin' in the morning
They be hangin' on the phone
They be waiting for an answer
When you know nobody's home
And when the bell's stopped ringing
It was nobody's fault but your own
There were always ample warnings
There were always subtle signs
And you would have seen it comin'
But we gave you too much time
And when you said that no one's listening
Why'd your best friend drop a dime
Sometimes we get so tired of waiting
For a way to spend our time
An "It's so easy" to be social
"It's so easy" to be cool
Yeah it's easy to be hungry
When you ain't got shit to lose
And I wish that I could help you
With what you hope to find
But I'm still out here waiting
Watching reruns of my life
When you reach the point of breaking
Know it's gonna take some time
To heal the broken memories
That another man would need
Just to survive

..ini videonya..http://www.videosjam.com/g/guns-n-roses/videos/coma.html..kalo masih berfungsi sih..he..he..check this out aja deh

eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang Business with my kids

Sejak tidak ada orang yang membantu di rumah, aku dan istri nambah sibuk dengan urusan pengelolaan rumah mulai dari mencuci (piring dan pakaian), merapihkan rumah, menjaga anak bahkan sampai harus ijin ga masuk kerja karena istri mendadak harus mengikuti training ke Surabaya.


Aku dan Istri memang bekerja di Perusahaan yang sama sehingga setiap ada kegiatan di tempat kerja kami berupaya untuk mengaturnya supaya tidak berbenturan dengan tugas di rumah.
Ya..memang perusahaan tempat kami bekerja sepertinya mau mengerti dan memaklumi tentang keadaan keluarga kami secara besarnya loyalitas kami terhadap perusahaan..he..he..(sampai2 kerja harus melibatkan dan membawa istri/suami….wekekkekekek).

Nah ketika si Imah pembantu ku udah ga kerja lagi karena pulang kampung, dua minggu terakhir ini aku mencoba membuat perjanjian dengan anak pertama ku Zaidan dan adiknya Zacky.

Secara dia kuanggap sudah besar maka kucoba memberikan tanggung kawab kepada Zaidan untuk menjaga adik nya jika sewaktu-waktu kami tinggal, itu pun kucoba tidak terlalu lama meninggalkan mereka tanpa pengawasan di rumah.

Karena istri ku bekerja Non shift 5 hari seminggu dari senin sampai jum’at (jam 7 pagi sampai jam 4 sore dengan efektif tiba di rumah jam 4.30 sore atau hari jum’at jam 5.30 sore) dan aku bekerja shift yang mempunyai waktu kerja tertentu seperti misalnya ketika aku mendapat giliran kerja shift sore, maka aku sudah dijemput di depan rumah jam 2.30 sore. Anak pertama ku zaidan belum pulang pada saat itu dan adik nya yang baru pulang sekolah TK jam 1 siang ku ajari untuk menunggu kakaknya pulang atau ku suruh tidur siang jam 2, maka ada jeda waktu tidak ada orang yang menjaga anak kedua ku Zacky di rumah.

Kalau di tempat kerjaan ku ada yang namanya serah terima tugas/kegiatan maka aku dan Zaidan juga melakukan hal yang sama. Cuma serah terima nya terjadi di depan rumah. Aku hanya berpesan kepada Zaidan bahwa adiknya lagi bobo jadi ditungguin aja, kadang2 aku suruh untuk tidur juga atau ini yang bikin dia senang yaitu disuruh main game PES sambil menunggu mama nya pulang sore nanti.

Pernah suatu ketika Sekolahnya Zaidan libur 2 hari sedangkan TK adiknya tidak maka kubuat aja perjanjian kepada anak pertama ku itu untuk menungguin adiknya pulang terus menemaninya ketika makan siang juga menyiapkan minum susu nya. Alhamdulillah sih Zaidan sudah bisa menjadi pengawas adiknya walau masih terus kami monitor melalui telepon dari kantor.

Jadi setiap menemani dan menjagai adiknya, Zaidan kami beri imbalan Rp 20.000. Karena biaya menitipkan si Zacky di tempat penitipan anak di daerah sekitar tempat tinggal kami adalah sekitar segitu. Zaidan sih kulihat semangat aja..memang selama ini pun kami selalu menyisihkan Rp 20.000 sebagai pengganti uang jajan nya tiap hari minggu dan disimpan di dompet nya dan terdata dibuku tabungan rumah yang sudah ku buatkan khusus menyerupai buku tabungan di Bank-bank Konvensional. Katanya sih nanti kalau sudah cukup banyak uang hasil tabungannya mau dibelikan PS2.

Benar atau tidak cara seperti itu..sesuai atau tidak kami hanya berusaha memberi contoh bahwa mencari uang itu ada prosesnya begitu pun dalam berbisnis. Mudah2an cara mendidik kami dapat menjadikan Zaidan dan adiknya anak yang mandiri, bertakwa, sholeh dan tahan terhadap tantangan Zaman..Insya Allah..









eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang I'D LIKE TO RIDE MY MOTOR CYCLE

Mengendarai sepeda pancal sih aku sudah mahir, bahkan sampai pernah nabrak segala lho (nabrak kok dibilang mahir..capee deh..). Sewaktu ikut Ekstra kurikuler Pramuka di SMP tahun 1989 aku pernah memperoleh Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Bersepeda yang ada tanda roda sepeda itu lho.. Walaupun masih tingkat dasar (purwa) tapi instruktur/Pembina kami mengujinya (menurutku) sudah masuk level menengah.


Bayangkan, kami disuruh mengendarai sepeda dengan tangan kanan mengendalikan stang kemudi dan tangan kiri membawa ember yang berisi air. Bagi remaja seusia kami ujian itu termasuk lumayan berat soalnya harus bolak-balik lapangan basket 2 kali.

Kemudian dilanjutkan mengendarai sepeda dengan membuat jalur membentuk angka 8, lalu dilanjut yang terakhir naik dan turun dari sepeda dalam posisi bergerak..persis seperti tukang jualan tempe yang dulu sering keliling kampung.

Ketika masa pacaran dan baru menikah, aku berdua sama istri jika akan ke Samarinda cukup naik sepeda motor. Pada masa itu sih seneng aja berdua naik motor dengan menempuh 2 jam perjalanan Bontang-Samarinda, biasanya kami beristirahat 1 kali untuk peregangan dan istirahat sejenak atau cek2 motor.

Bahkan setelah mempunyai anak pertama kami berdua masih sempat beberapa kali ke Samarinda menggunakan sepeda motor. Karena faktor waktu tempuh yang bisa dipangkas juga karena keleluasaannya dan tidak ribet..dan satu lagi..hemat..he..he..he.

Kalo naik bis kan kita harus ke terminal dulu dan kalau dari tempat tinggal ku waktu itu ke terminal bis mesti naik taksi kota (kita bilang angkot dengan sebutan taksi kota karena dulu moda angkutan ini bisa mengantar sampai depan rumah) setelah itu biasanya masih menunggu penumpang lain atau baru bisa berangkat kalau bis nya sudah penuh.

Belum lagi nanti anak ku mabok perjalanan (turunan kayaknya tuh..masih mending dari pada mabok minuman keras..), terus di samarinda harus naik angkot lagi dari terminal antar kotanya menuju ke rumah mertua.

Karena beberapa factor yang diatas maka memang lebih fleksibel dan ekonomis jika kita menggunakan sepeda motor sendiri.

Kendalanya adalah..bisakah mengendarai sepeda motor?..berani ga melakukan perjalanan Bontang-Samarinda pulang pergi yang rutenya naik turun bukit.??

Solusi pertama adalah kita harus bisa naik sepeda motor..(ya iyalaah…) yang kedua adalah kita harus belajar kalo belum bisa (..gimana sih..ya iya doong..cape deeh..)

Nah ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bontang waktu itu aku belum bisa mengendarai sepeda motor dan kebetulan temen satu kos ku Dony baru saja membeli sepeda motor bekas (second hand). Maka kesempatan itulah kumanfaatkan untuk belajar mengendarai sepeda motor.
Instruktur ku waktu itu ya temen2 satu kost yang sudah bisa mengendarai sepeda motor..seperti habib, Indrawan dan si pemiliknya sendiri Dony.

Ada satu kejadian lucu dan lugu menurut ku..ketika aku belajar mengendarai sepeda motor dengan membawa ‘instruktur’ ku hendak melewati suatu tanjakan. Posisi pada waktu itu adalah gigi 2 dengan full throttle gas, tapi menurutku yang sok tau kalo posisi menanjak kan perlu tenaga lebih apalagi sambil berboncengan. Ya sudah langsung saja kutambah perseneling menjadi gigi 3..dan tentu saja tuh motor seperti ‘ngeden’ meraung-raung begitu.

Wah pasti kurang nih tenaganya..pikir ku..lalu kutambah lagi saja persenelingnya ke gigi 4. walhasil tuh motor malah jalan ditempat karena berada di putaran Rpm atas dan posisi menanjak.

Instruktur ku langsung mengambil alih tuh motor..ya sudah kamu di belakang saja…lihatin dulu deh caranya mengganti perseneling..sergahnya..Yaa..kalo begitu besok bilangin dulu dong triknya..lagian kan kadang aku lupa sedang dalam posisi gigi berapa nih motor karena tidak ada indikasi nomor giginya..cuman Netral ama Top gear saja..

Tapi belakangan hampir disemua sepeda motor keluaran terbaru selalu ada indicator posisi giginya..mungkin dibuat khusus karena ada kasus seperti aku ini kali ya…??




eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang Rent House 2

Sudah jadi rutinitas, setiap persediaan roti tawar di rumah habis maka istri ku selalu membelinya di Koperasi PKT. Harga nya standard tapi roti tawar yang biasa untuk sarapan anak2 ku disetiap pagi mau sekolah itu termasuk enak, jadi kalo bisa disempetin buat membeli nya langsung dari sana.


Biasanya aku dan istri jika berkunjung ke Koperasi tujuannya kalo engga belanja ya ngambil duit di ATM Mandiri yang tersedia disitu. (Koperasi adalah toko swalayan yang dimiliki oleh karyaman PT Pupuk Kaltim yang mempunyai areal luas dan berisi toko tempat jualan sembaku serta kebutuhan pokok lainnya juga tersedia berbagai macam tenant2 yang menjadi pelengkap seperti makanan, minuman, toko hp, buku dan sebagainya)

Dan biasanya pula setelah selesai dengan hasil belanjaan atau ngambil duit kami sering melototin papan pengumuman di sana.
Isinya pastinya adalah Rumah yang disewakan atau dijual, Mobil yang di jual atau promosi dan lowongan pekerjaan.
Nah, pas istri ku selesai membeli Roti, si Doi ngeliat satu iklan Rumah yang di jual…yang jadi perhatian lebihnya itu adalah selain harga yang menurut istri ku standar (Rp 230.000.000) tapi ada embel2 bisa dengan DP 30 %...wuihh apaan ya maksudnya..??.

Kalo dilihat dari foto2 yang disertakan di iklan itu ternyata Rumah tersebut ada 2 pintu (kayaknya rumah sewaan sih..), berada kurang lebih 20 meter dari jalan besar masuk ke dalam gang.
Wah..ku pikir rumah ini prospeknya lumayan juga..

Ketika kembali ke rumah istri ku memberitahu perihal iklan Rumah dijual tersebut lalu mengajak untuk melihat dulu. Langsung saja ku hubungi si Pemilik rumah tersebut ke nomor hp yang tertera di Iklan tersebut.
Sesuai informasi yang ku dapat kan langsung saja kami menuju lokasi Rumah tersebut kemudian dilanjutkan menuju Rumah si Pemilik yang berada di belakang Gedung Bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah bertemu dengan si Pemilik rumah yang bernama Pak Zammal kami di beritahukan bahwa rumah tersebut sekarang masih disewakan dengan harga sewa Rp 650.000 dan Rp 500.000/bulan sehingga setiap bulannya memperoleh hasil bersih sebesar Rp 1.150.000, karena biaya listrik dan air ditanggung oleh si penyewa.

Perihal DP yang 30 % tak lupa juga kami tanyakan yang ternyata pak Zammal si pemilik rumah itu adalah seorang pegawai Bank milik Pemerintah. Dia sanggup untuk membantu kami guna mendapatkan kredit dari tempat nya bekerja.

Ya lumayan lah, bunga kredit yang diterapkan untuk KPR di Bank milik pemerintah tersebut adalah sebesar 9 % per tahun Flat. Tentu saja sangat kompetitif bagi ku mengingat Rumah yang di Samarinda memperoleh kredit pinjaman dengan bunga sekarang yang berlaku di Bank Mandiri sebesar 14.25 % Floating.

Setelah memperoleh keterangan tentang keadaan rumah tersebut lalu kami mengajukan harga penawaran Rp 225.000.000 yang mana kami memberikan uang tanda jadi cash Rp 125.000.000 dan sisa pembayaran yang Rp 100.000.000 melalui kredit dari Bank tempat pak Zammal bekerja.

Karena kredit rumah di samarinda menggunakan nama ku sebagai jaminan maka untuk pinjaman pembelian rumah nya pak Zammal menggunakan nama istriku. Alhamdulillah dengan melengkapi semua persyaratan yang harus dipenuhi dan dengan bantuan dari ‘orang dalam’ akhirnya pengajuan pinjaman KPR kami dapat cair dua minggu setelahnya.Pinjaman KPR tersebut menggunakan system potong rekening yang mana tiap bulannya kami harus menyediakan dana sebesar Rp 2.416.666 untuk menjadi angsurannya selama 60 bulan atau 5 tahun.

Berbeda dengan rumah sewa yang kami miliki sebelumnya, rumah sewa kali ini sudah langsung menghasilkan yang dapat mengurangi pengeluaran kami tiap bulannya. Hari pertama setelah pencairan aku dan istri diajak oleh pak Zammal sekeluarga mengunjungi rumah sewa yang sudah menjadi milik kami tersebut.

Tujuannya adalah pisah sambut pemilik lama dan pemilik baru..(kayak sertijab ketua RT aja ya..??) dan sambil melihat-lihat kondisi detail dari rumah tersebut.

Tahun 2009 tanggal 24 April target rumah sewa sudah dapat kami penuhi..mungkin yang jadi pertanyaan apakah bisa mengulanginya tahun 2010..?? more you give..more you gain..insya Allah..Amin.

eMeRZet bilang begini nih »»

eMeRZet bilang tentang Rent House

Alhamdulillah, setelah menempuh berbagai cara negosiasi bahkan sampai harus ke luar kota (Bandung), akhirnya Rumah di daerah Trisari Samarinda dapat masuk dalam Daftar investasi property ku..


Pada mulanya aku optimis untuk memperoleh kredit dari Bank Mandiri guna membiayai Property tersebut, karena kemampuan financial ku lumayan bagus untuk membayar cicilan tiap bulannya. Akan tetapi pihak Bank mandiri (dengan melihat harga Appraisalnya) hanya memberikan kredit Rp 301 juta, padahal aku sudah berhitung dengan uang simpanan kami yang Rp 100 juta, dan aku yakin bisa memperoleh kreditan Rp 450 juta sehingga rumah yang ditawarkan si pemilik Rp 510 juta dapat langsung ku berdayakan.

Negosiasi pertama adalah meyakinkan si pemilik bahwa aku sebenarnya mampu untuk membayar angsuran hingga Rp 4.900.000, jadi jika kredit yang ku peroleh dari Bank Mandiri hanya Rp 301.000.000 dengan angsuran perbulan nya Rp 3.650.000 maka ada sisa uang Rp 1.250.000 yang bisa di gunakan.

Yang kedua adalah mengenai sisa uang muka nya, karena dengan jumlah pinjaman dari Bank Mandiri yang hanya Rp 301.000.000 maka sisa nya adalah Rp 209.000.000 yang harus dibayarkan kepada pemilik Rumah.

Tanda jadi Rp 10.000.000 sudah ku berikan bersamaan dengan pengajuan kredit ke Bank Mandiri sehingga sisa yang harus diberikan kepada si Pemilik menjadi Rp 199.000.000, kemudian Rp 100.000.000 cash langsung ku transfer ke Rekeningnya dan sisa nya yang Rp 99.000.000 ku negosiasikan menjadi Rp 1.200.000 per bulan sampai lunas.
Kemudian Biaya-biaya yang ku keluarkan untuk pengurusan Notaris dan lain-lain adalah Rp 21.750.000
Pokoknya harus dijadikan dulu…dan pada akhir bulan Juli 2008 rumah di Jl.Trisari samarinda sudah menjadi milik ku.

Kendala

Dengan besaran Kredit yang Rp 301.000.000 dan bunga 12 % effective floating maka angsuran per bulan nya adalah Rp 3.612.506..akan tetapi dalam perkembangannya angsuran pertama kali pada akhir bulan Agustus 2008 malah menjadi Rp 3.709.891.

Memang sudah ku prediksi sebelumnya bahwa angsuran kredit ku ini akan mengalami kenaikan, tetapi tidak disangka akan naik pada angsuran yang pertama kalinya.
Tapi begitulah kenyataannya, di Indonesia dan dunia pada umumnya sedang mengalami krisis global sehingga sampai tulisan ini ku buat angsuran kredit bank mandiri-ku sudah menjadi Rp 4.210.133..wuihh angka yang lumayan bikin kepala pening soalnya aku kan mesti melakukan cicilan kepada pemilik lama hasil dari negosiasi sampingan ku sebesar Rp 1.200.000 per bulannya.

Jadi total ku mengalokasikan dana untuk angsuran per bulannya adalah minimal sebesar Rp 5.500.000, tapi ternyata Allah beserta dengan orang-orang yang sabar..
Bonus tahun 2008 dan uang TA 2009 sudah cukup menghibur ku untuk menambah pemasukan dan mengatur ulang Balance sheet ku.

Rumah di Trisari itu rencananya akan ku kontrakkan atau disewakan dengan harga Rp 25.000.000 per tahun, tapi sebelumnya akan ku renovasi dulu dari 3 kamar menjadi 6 kamar.
Sehingga nantinya per bulannya akan mendapatkan uang sewa Rp 2.900.000 yang nantinya akan dipergunakan untuk membayar cicilan ke Pemilik lama.
Tapi sampai sekarang Rumah tersebut masih belum menghasilkan walaupun sudah ada beberapa penawaran dari calon penyewa yang ternyata hanya sanggup menyewa dengan harga Rp 15.000.000 pertahun.
Walaupun begitu keadaannya aku tetap menargetkan untuk tahun 2009 adalah sudah memiliki satu buah rumah sewa lagi sebelum bulan juli..(bisa ga ya.??)

eMeRZet bilang begini nih »»
 
www.e-referrer.com