11 years anniversary in Bontang

..Allhamdulillah, walaupun panas dan 'litlle bit' pengap tapi aku berusaha untuk beradaptasi dengan suasana Kota ini.
"gus..ibarat nya dateng ke rumah orang, Agus harus 'permisi' dan ngikuti aturan yang ada disonoh...", mendiang kakek ku Mbah KOPI berpesan seperti itu ketika aku diterima kerja di tanah Kalimantan ini.
Gak terasa pesan itu ternyata udah berumur 11 tahun, sampai detik ini Allah SWT banyak memberiku Rezeki dan kepercayaan...two greats kids , my Only lovely wife ....and lot more.

flash back :

"...Gus elo dapet surat panggilan 'noh'..." kakak ku teriak pas aku pulang dari rumah teman satu sekolah dari SD sampai STM di daerah Rawa Binong, Lubang Buaya.Wah langsung sibuk nih ngurusin Dokumen seperti Foto diri, Fotocopy Ijazah SD sampai STM, SKKB dan surat pindah Mengenai Surat Pindah ternyata menjadi satu masalah sampai aku menginjakkan kaki di Kalimantan, karena dari pak RT sampai Staff Kelurahan di Lubang Buaya Jakarta Timur bersikeras tidak memberikan aku surat pindah. Mereka cuma merekomendasikan dan melengkapi aku dengan surat pengantar pindah sementara aja, bilang nya sih buat jaga-jaga kalo aku gak kerasan di Kalimantan dan ingin kembali ke Jakarta nanti ga di persulit. Karena kalo kita sudah buat surat pindah, nantinya kita di anggap bukan orang Jakarta lagi sehingga kalo balik ke Jakarta kita dianggap sebagai pendatang.Tapi akhirnya dalam 1 minggu aku udah menyelesaikan dokumen-dokumen yang diperlukan minus Surat Pindah tadi untuk keperluan kerja di Kalimantan.Mungkin udah nasib ya kalo aku memang udah digariskan sejak lama bakalan akan tinggal di Kalimantan, karena pas aku ga di terima di STM Negeri orang tua ku agak kelabakan juga..cuma aku berlagak tenang-tenang aja. Tapi 'honestly' aku juga jadi pusing waktu itu, bagaimana enggak. karena prediksi ku...aku pasti bisa keterima di STM Negeri 6 jurusan listrik dengan NEM <37,38> yang semestinya aku ada kesempatan untuk sekolah di STM negeri.Tapi prediksi ku buyar semua ketika ternyata NEM temen-temen SMP seantero Jakarta lagi tinggi-tinggi nya khusus untuk jurusan Listrik pada waktu itu. Frustasi juga tapi aku punya kebiasaan untuk meredam jangan sampai terlalu kelihatan di luar kalo aku lagi stress..ya kubuat se 'enjoy' mungkin lah. Sampai sepupu ku bilang kok bisa-bisa nya aku ga stress mikirin Sekolah ku yang ga keterima di Negeri...yee belom tau die...
Memang pada tahun-tahun segitu <1992> para lulusan SMP yang pengen sekolah di STM emang banyak mengincar STM-STM Negeri supaya abis lulus bisa langsung kerja. Itu terbukti pada Om ku yang sekolah di SMT Penerbangan Negeri kemudian belakangan kerja di Group Astra dan ditugaskan di kalimantan oleh Perusahaannya tepatnya di ibukota Provinsi Kalimantan Timur Samarinda.Memang Om Edy jadi motivator ku untuk sekolah di STM, cuma aku ga bisa diterima di STM Negeri itu masalahnya...Jadinya oleh Om Edy aku direkomendasikan untuk sekolah di SMT Penerbangan PGRI yaitu STM Swasta yang dari guru ampe sistem pendidikan nya sama dengan STM Negeri.Ternyata dibutuhkan waktu lima tahun hingga aku akhirnya juga mengikuti jejak Om Edy untuk bekerja di Kalimantan sampai sekarang.

 
www.e-referrer.com